PKSPalabuhanratu.org - Jakarta - Menteri Pertanian Suswono mengharapkan Austalia melakukan investasi peternakan sapi di dalam negeri guna menjawab kebutuhan konsumsi komoditas itu ke depannya.
Meski perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki keinginan untuk melakukan ekspansi di negara itu, namun akan jauh lebih menguntungkan jika Australia yang berinvestasi di dalam negeri. "Mending mereka yang ke sini dari pada jauh-jauh investasi ke sana. Lapangan pekerjaan juga dapat terserap dari dalam negeri," kata Suswono, di Jakarta,Jumat (9/8/2013).
Jika usaha ini dilakukan, maka akan ada produktivitas populasi yang besar ke depannya. Tentunya, perlu sapi betina yang produktif guna mengembangkan populasi yang mampu menjawab kebutuhan di dalam negeri.
Guna mengantisipasi kekurangan pasokan daging sapi di Indonesia, pemerintah biasanya mendatangkan sapi bakalan, dan sapi siap potong melalui Australia. Seiring akselarasi untuk melakukan swasembada daging, maka salah satu cara utama menjawab kebutuhan konsumsi adalah dengan membangun peternakan sapi.
Suswono menambahkan, daerah yang tepat untuk merealisasikan pembangunan peternakan di daerah Indonesia adalah di Nusa Tenggara Barat (NTB). Agar optimal, infrastruktur sampai integrasi transportasi perlu diwujudkan guna memaksimalkan hal tersebut. "Infrastrukturnya sebenarnya tersedia dulu. Nanti kalau sudah investasi dan impor sapi betina produktif tapi semua penunjang tidak ada jadi susah," ucap Suswono. [mel]
www.inilah.com

0 comments:
Post a Comment