PKSPalabuhanratu.org - Jakarta - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong hasil teknologi putra daerah. Hal itu dinilai memiliki potensi yang baik untuk mengembangkan serta menumbuhkan nilai ekonomi yang tinggi.
Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengaku, pengembangan teknologi akan melibatkan seluruh elemen. Hingga dari masyarakat, pemerintah hingga akademisi. Pemprov Jabar tentu akan berpihak kepada hasil-hasil teknologi di Jabar.
"Kedepan, hasil putra daerah ini akan diprioritaskan dalam distribusi dan penggunaannya," ujar Heryawan usai menerima penghargaan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis (29/8/2013).
Pihaknya juga tidak segan untuk memberikan wadah khusus bagi putra daerah yang bisa mengembangkan inovasi tekonlogi. Heryawan mengakui untuk mengembangkan teknologi asal putra daerah sedikit sulit harus punya merk untuk ditenderkan.
"Anak-anak kita memiliki teknologi tinggi. Tapi, ketika digunakan kalah bersaing dengan merk terkenal," kata dia.
Dia menuturkan, penggunaan produk anak bangsa sudah dilaporkan kepada Komisi Inovasi Nasional. Tujuannya, agar hasil anak bangsa digunakan dan dihargai oleh pemerintah beserta masyarakatnya.
"Ini sudah dilakukan di berbagai negara. Contohnya, di Korea. Seluruh pejabatnya wajib menggunakan mobil produksi dalam negeri. Dampaknya, mobil Korea mampu bersaing dengan produk Jepang dan Eropa," tutur dia.
Pria yang akrab disapa Aher ini pun mengaku keberpihakan dari pemerintah harus secara ideologi. Dengan artian, dibeli oleh pemerintah, terutama dalam bentuk massif.
"Saat ini kita telah mendorong pengembangan traktor hasil karya mahasiswa ITB. Meski belum bermerk dan dipabrikasi, saya yakin hasil kreasi itu memiliki teknologi tinggi dan bernilai kuat," tutup Aher.[ang] sumber: inilahkoran.com
Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengaku, pengembangan teknologi akan melibatkan seluruh elemen. Hingga dari masyarakat, pemerintah hingga akademisi. Pemprov Jabar tentu akan berpihak kepada hasil-hasil teknologi di Jabar.
"Kedepan, hasil putra daerah ini akan diprioritaskan dalam distribusi dan penggunaannya," ujar Heryawan usai menerima penghargaan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis (29/8/2013).
Pihaknya juga tidak segan untuk memberikan wadah khusus bagi putra daerah yang bisa mengembangkan inovasi tekonlogi. Heryawan mengakui untuk mengembangkan teknologi asal putra daerah sedikit sulit harus punya merk untuk ditenderkan.
"Anak-anak kita memiliki teknologi tinggi. Tapi, ketika digunakan kalah bersaing dengan merk terkenal," kata dia.
Dia menuturkan, penggunaan produk anak bangsa sudah dilaporkan kepada Komisi Inovasi Nasional. Tujuannya, agar hasil anak bangsa digunakan dan dihargai oleh pemerintah beserta masyarakatnya.
"Ini sudah dilakukan di berbagai negara. Contohnya, di Korea. Seluruh pejabatnya wajib menggunakan mobil produksi dalam negeri. Dampaknya, mobil Korea mampu bersaing dengan produk Jepang dan Eropa," tutur dia.
Pria yang akrab disapa Aher ini pun mengaku keberpihakan dari pemerintah harus secara ideologi. Dengan artian, dibeli oleh pemerintah, terutama dalam bentuk massif.
"Saat ini kita telah mendorong pengembangan traktor hasil karya mahasiswa ITB. Meski belum bermerk dan dipabrikasi, saya yakin hasil kreasi itu memiliki teknologi tinggi dan bernilai kuat," tutup Aher.[ang] sumber: inilahkoran.com

0 comments:
Post a Comment