PKSPalabuhanratu.org - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono angkat bicara soal konflik berdarah di Mesir. SBY berharap keadaan tidak makin memburuk. Dia menilai apa yang dilakukan militer di Mesir sudah sangat melewati batas.
"Penggunaan kekuatan dan senjata militer terhadap demonstran di Mesir, apalagi berlebihan, bertentangan dengan nilai demokrasi dan kemanusiaan," kata SBY lewat akun twitternya, Kamis (15/8).
Indonesia berharap pemerintah dan militer Mesir, serta Ikhwanul Muslimin, berusaha kuat mencegah bertambahnya korban. Kedua belah pihak diminta berunding.
"Saya berpendapat, meskipun sulit, solusinya haruslah 'win-win', didahului dengan penghentian semua aksi kekerasan dari ke 2 belah pihak," kata SBY.
Menurut SBY, Indonesia juga pernah mengalami goncangan politik dan keamanan. Namun bisa diatasi, karena militer dan sipil berkolaborasi untuk reformasi. Dia berharap ini dapat diikuti oleh Mesir.
"Militer Indonesia lakukan reformasi internal dan dukung demokrasi. Pemimpin politik sipil juga ajak militer untuk bersama lakukan perubahan," jelas SBY.
Juru bicara Ikhwanul Muslimin Gehad El-Haddad hari ini kembali mengklaim korban tewas dari pendukung Muhammad Mursi mencapai 600 orang dan 5.000 lainnya luka.
Pasukan keamanan Mesir hari ini mendesak paksa para pendemo yang mendirikan kemah atau tenda-tenda di Ibu Kota Kairo untuk membubarkan diri, seperti dilansir surat kabar Russia Today, Rabu (14/8).
Saksi mata menyebut 15 korban tewas. Sementara jurnalis kantor berita AFP menghitung korban tewas ada 43 orang. AFP menyebut korban tewas yang kini berada di kamar mayat sementara di tenda-tenda di dekat masjid Rabiah meninggal karena luka tembak.
http://www.merdeka.com/peristiwa/sby-kekerasan-militer-mesir-langgar-demokrasi-dan-kemanusiaan.html

0 comments:
Post a Comment